Web 2.0 dan Popularitas JavaScript
Masa booming Internet (lebih tepat disebut booming e-commerce) akhir dekade 90-an hingga awal tahun 2000, website dinamis terutama di kembangkan menggunakan teknologi CGI dengan menggunakan bahasa pemrograman paling populer saat itu: Perl, ColdFusion. Sementara untuk sentuhan animasi dan interakif digunakanlah JavaScript.
Pada saat itu popularitas javascript boleh di katakan berada di puncak. Bagaimana tidak, hampir semua web yang interaktif dipastikan memiliki setidaknya beberapa baris code javascript. Hingga kemudian teknologi flash mulai populer di kalangan web developer bersamaan dengan populernya bahasa pemrograman PHP. Sejak saat itu, IMHO, popularitas javascript mulai menurun. Javascript pada masa itu umumnya di pakai bersama-sama dengan CSS dalam satu frame yang di kenal sebagai DHTML. Begitulah kira kira gambaran penggunaan javascript di lingkungan web developer pada era Web 1.0.
Sekitar 1,5 tahun lalu, berkembangkan lah jargon Web 2.0 yang di motori oleh teknologi AJAX , AJAX merupakan keyword untuk Web 2.0. Ajax sendiri bukan lah bahasa pemrograman melainkan mainframe yang di bangun menggunakan JavaScript dan XML dan di dukung oleh server side scripting seperti PHP dan ASP.
Sejak gaung AJAX mulai populer, javascript kembali mendapat perhatian penuh dari pengembang web. Bahkan sekarang dikenal istilah baru untuk javascript: JavaScript Framework, yaitu kumplan library, class dan function javascript yang di bundel sedemikian rupa.
Yang paling mengesankan adalah, raksasa-raksasa IT di dunia ini turut terlibat mengembangkan framework javascript sesuai kebutuhan mereka, sebutlah contohnya Yahoo! User Interface (YUI) yang cukup populer saat ini. Untuk melihat bagaimana perkembangan JavaScript Framework, silakan googling menggunakan “javascript framework”, akan ditemui banyak framework javascript, yang dikembangkan mulai dari personal hingga raksasa-raksasa IT. Untuk informasi terbaru mengenai JavaScript Framewok kunjungi del.icio.us/tag/javascript.
Sekarang kita melihat kembali kondisi dunia web development di Indonesia.
Hingga hari ini masih banyak di antara programmer web dan pihak lain yang beranggapan bahwa programmer web haruslah mengerti PHP atau ASP . Di era Web 2.0 sekarang, dimana teknologi AJAX mulai mendominasi dalam pengembangan website, our mind harus diupdate dengan satu baris kalimat ini: programmer web secara teknis adalah mereka yang menguasai PHP atau ASP DAN JavaScript (juga XML).
So, mari tingkatkan kualitas kita (as programmer) dengan mempelajari javascript (bukan hanya mampu mencaplok code orang lain untuk kita gunakan) , sehingga paling tidak dari Indonesia ada AJAX/JavaScript Framerwork yang dikenal luas.
19 July, 2007 at 9:13 am
salam programmer…
saya newbie yang masih belajar,saya mau tanya: gimana sih cara menggunakan java framework scriptaculo…
tolong beri tahu yah?????..